Oleh : Andika Pratama

TANYAFAKTA.CO – Hari ini, saya tidak bisa diam melihat berita yang tengah mengguncang negeri kita – penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, wakil koordinator KontraS, pada malam Kamis (12/3) lalu setelah ia selesai merekam podcast tentang militerisme dan uji materi UU TNI di Jakarta Pusat. Sebagai seorang warga negara yang peduli, saya merasa ada sesuatu yang jangal dan sangat salah.

Andrie bukanlah sosok yang asing dalam perjuangan hak asasi manusia. Ia telah lama menjadi suara bagi mereka yang mungkin tak berdaya, mengangkat isu-isu yang kadang tidak nyaman untuk didengar oleh sebagian kalangan. Dan justru karena itu, ia kini harus merasakan sakit luar biasa akibat luka bakar hingga 24 persen di tubuhnya, bahkan harus berjuang untuk bisa melihat kembali. Apakah ini harga yang harus dibayar oleh mereka yang berani bersuara?

Baca juga:  Iin Habibi: Kecam Serangan Air Keras terhadap Koodinator Kontras Andri Yunus, Ini Teror terhadap Demokrasi!

LBH Medan menyebutnya sebagai bentuk teror dan upaya pembungkaman, dan saya tidak bisa tidak setuju. Serangan semacam ini bukanlah kebetulan atau tindakan kriminal biasa. Saat seorang aktivis yang hanya ingin memperjuangkan hak keadilan, jutsu harus hidup dalam ketakutan, apa jadinya dengan ruaang kebebasan pada kita? Negara yang selalu kita banggakan sebagai negara demokrasi, pada setiap orangnya harus mempunyai hak untuk menyampaikan pandangan, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah.