Yang lebih mengkhawatirkan adalah, hingga kini pelaku masih belum ditemukan. Padahal, rekaman CCTV sudah sangat beredar dan banyak pihak yang menuntut keadilan – mulai dari Menteri HAM Natalius Pigai, hingga tokoh publik seperti Felix Siauw dan Rocky Gerung. Felix bahkan menyebutkan kesamaan pola ini dengan kasus Novel Baswedan pada tahun 2017 lalu, dan ini yang membuat saya bertanya-tanya: apakah ada pola yang sengaja dibuat pada mereka yang berani bersuara merasakan ketakutan yang mendalam?
Kabar baiknya, Stafsus Wapres Achmad Adhitya telah memastikan pemerintah akan mengusut tuntas kasus ini, dan Menteri Koordinator Hukum Yusril Ihza Mahendra juga menyatakan bahwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa melainkan ancaman bagi demokrasi. Semoga ini bukan bualan semata. Kita butuh tindakan nyata – pelaku harus ditangkap, dalangnya juga harus dibongkar, dan negara harus memberikan jaminan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Andrie mungkin sedang berjuang di rumah sakit, tapi perjuangannya tidak boleh terhenti sampai disini. Kasus ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk menyadari bahwa kebebasan berpendapat bukanlah sesuatu yang bisa diambil dengan semana- mena. Ini adalah hak kita sebagai warga negara, dan kita semua harus melindunginya.
Apakah kita akan terus diam dalam melihat suara-suara kritis terus dibungkam, atau kita akan berdiri bersama untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan?




Tinggalkan Balasan