TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Ruh perlawanan generasi muda terasa bangkit kembali ketika Kesatuan Pemuda Pelajar Jambi (KPPJ) menggelar dialog interaktif di Mutiara Senja JBC, Kota Jambi, Senin malam (18/5/2026).
Mengusung tema “Suara Pemuda Menentukan Sosok Pemimpin Jambi 2029”, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa, organisasi kepemudaan, aktivis, hingga tokoh politik muda dalam membahas masa depan kepemimpinan Jambi.
Puluhan peserta tampak antusias mengikuti jalannya forum. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kondisi politik daerah, kualitas kepemimpinan, pembangunan, pendidikan, hingga tantangan generasi muda di era digital.
Dialog menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya akademisi muda Zakly Hanafi Ahmad, Sekretaris DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi M. Adi Satria, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Jambi Iin Habibi, Sekretaris DPD PKS Kota Jambi Wasril Tanjung, serta Ketua PWI Kota Jambi yang diwakili Reza Zebua.
Ketua Umum KPPJ, Adiyansyah, yang juga bertindak sebagai moderator, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi daerah dan nasional yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.
“Forum ini lahir dari keresahan anak-anak muda Jambi. Kami ingin mahasiswa dan pemuda tidak hanya menjadi penonton politik, tetapi ikut terlibat menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z saat ini menjadi kelompok pemilih terbesar di Indonesia, sehingga memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya pemimpin di masa mendatang.
“Kalau anak muda apatis, maka masa depan daerah juga dipertaruhkan. Karena itu kami ingin membangun budaya diskusi, budaya kritis, dan budaya peduli terhadap daerah,” tambahnya.
Adiyansyah juga menyebut forum tersebut menjadi ajang silaturahmi antaraktivis, tokoh pemuda, dan pelajar yang selama beberapa tahun terakhir jarang bertemu akibat pandemi Covid-19.
“Ini menjadi sarana silaturahmi. Semoga dengan kegiatan ini persatuan di antara kita semakin kuat dan kokoh dalam memberikan gagasan untuk membangun Provinsi Jambi,” tuturnya.
Sementara itu, akademisi muda Zakly Hanafi Ahmad menegaskan bahwa pemuda harus mulai berani terlibat langsung dalam proses pembangunan dan tidak hanya aktif di media sosial.
“Anak muda hari ini harus punya kapasitas dan keberanian untuk terlibat dalam ruang-ruang pengambilan keputusan. Kritik itu penting, tetapi harus dibarengi solusi dan gagasan,” katanya.
Zakly juga menilai kultur pergerakan pemuda pasca pandemi Covid-19 mulai mengalami perubahan, sehingga ruang-ruang diskusi konstruktif perlu kembali dihidupkan.
“Semoga semangat perjuangan dan kepedulian sosial anak muda kembali tumbuh sehingga mampu melahirkan pemimpin yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Sekretaris DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi, M. Adi Satria, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan.




Tinggalkan Balasan