“Pemimpin masa depan lahir dari proses demokrasi yang sehat. Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar objek politik setiap momentum pemilu,” katanya.
Adi juga mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kompetensi dalam mendukung proses demokrasi yang sehat.
“Terus belajar dan mengasah diri untuk mendukung lahirnya pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Jambi, Iin Habibi. Ia menilai anak muda harus aktif mengawal kebijakan pemerintah dan berani menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Pemuda jangan takut bersuara. Daerah ini membutuhkan generasi yang kritis, berani, dan punya kepedulian terhadap masyarakat,” tegasnya.
Iin juga menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Provinsi Jambi, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
“Masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian, kesejahteraan guru yang belum maksimal, hingga kondisi jalan yang rusak. Hal-hal seperti ini harus terus dikawal bersama,” ujarnya.
Sekretaris DPD PKS Kota Jambi, Wasril Tanjung, mengatakan pemuda memiliki peluang besar tampil sebagai pemimpin karena akses pendidikan dan informasi kini semakin terbuka.
“Kuncinya adalah integritas dan konsistensi. Anak muda harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang jika ingin menjadi pemimpin yang membawa perubahan,” katanya.
Menurut Wasril, pemuda juga harus berani masuk ke ruang politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kita harus berani membawa nilai-nilai perjuangan dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Jambi yang diwakili Reza Zebua mengajak generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital.
“Pemuda harus menjadi penyebar informasi yang positif dan edukatif. Jangan mudah terprovokasi hoaks karena masa depan demokrasi juga dipengaruhi kualitas informasi yang diterima masyarakat,” katanya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pandangan peserta terkait persoalan ekonomi, pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga arah pembangunan daerah. Forum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa generasi muda Jambi mulai menunjukkan sikap kritis dalam menyambut kontestasi kepemimpinan Jambi 2029. (*)





Tinggalkan Balasan