TANYAFAKTA.CO, SURABAYA – Coretan bertuliskan “Turunkan Harga BBM, Kami Lapar Cok” yang muncul di sejumlah titik di Kota Surabaya memantik perhatian publik. Aksi tersebut diduga sebagai bentuk luapan kekecewaan warga atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai ikut mendorong naiknya biaya hidup, terutama harga kebutuhan pokok.

Kenaikan BBM, khususnya jenis nonsubsidi, disebut berpotensi menambah beban masyarakat. Dampaknya merembet pada biaya distribusi barang, operasional usaha kecil, hingga harga pangan di pasar yang ikut terkerek.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisariat GMNI Universitas Surabaya, Bagus Veda Pradana, menilai aksi vandalisme bukan cara yang tepat untuk menyampaikan aspirasi. Namun ia memahami bahwa pesan dalam coretan tersebut merupakan refleksi kegelisahan masyarakat kecil.

Baca juga:  Timdu Tanjab Barat Mundur, GMNI Jambi Desak Pemprov Selesaikan Konflik Lahan KT Mandiri - PT TML

“Coretan itu menunjukkan keresahan rakyat yang hari ini berhadapan dengan naiknya biaya hidup. Ketika BBM naik, kekhawatiran terbesar adalah harga kebutuhan pokok ikut naik, sementara pendapatan tidak ikut menyesuaikan,” kata Bagus.