Ia menilai pemerintah perlu lebih responsif terhadap kondisi tersebut. Kebijakan yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat, menurutnya, harus dibarengi langkah mitigasi yang jelas agar tidak memperdalam tekanan ekonomi warga.
“Negara harus hadir dengan solusi konkret. Jangan sampai masyarakat merasa tidak didengar hingga mengekspresikan kekecewaan dengan cara-cara seperti itu. Stabilitas harga dan perlindungan bagi kelompok rentan harus jadi prioritas,” ujarnya.
Bagus juga mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan melalui jalur yang konstruktif dan demokratis. Kritik terhadap kebijakan publik, kata dia, sah dalam negara demokrasi, namun perlu disampaikan tanpa merusak fasilitas umum.
Fenomena coretan di Surabaya itu sekaligus menjadi penanda bahwa isu ekonomi tidak berhenti pada kebijakan makro, melainkan langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tengah tekanan biaya hidup, publik berharap pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada kelompok rentan. (*)





Tinggalkan Balasan