TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI  – Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar diskusi publik bertajuk “State, Fintech, and Digital Society” sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perkembangan ekonomi digital dan layanan keuangan berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo, Kamis (18/6/2026), dengan menghadirkan akademisi, regulator, serta praktisi industri finansial teknologi.

Diskusi publik ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNJA, Rio Yusri Maulana, S.IP., M.I.Pol., Ph.D.

Dalam sambutannya, Rio menegaskan bahwa perkembangan ekonomi digital saat ini membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan keterlibatan berbagai pihak agar mampu menjawab tantangan yang muncul di tengah masyarakat.

Baca juga:  Hayatullah Qomainy Terpilih Sebagai Formateur HMI Komisariat ISIP UNJA

“Selama ini kajian mengenai ekosistem ekonomi digital memang lebih banyak berkembang dalam ranah ilmu ekonomi. Namun, isu terkait regulasi, perumusan kebijakan, tata kelola, serta dampak sosial yang ditimbulkan juga menjadi perhatian penting dalam kajian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” ujar Rio dikutip dari unja.ac.id.

Menurutnya, kompleksitas perkembangan teknologi finansial atau financial technology (fintech) membutuhkan kolaborasi berbagai bidang ilmu untuk menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

“Oleh karena itu, sinergi antar disiplin ilmu sangat penting untuk memahami dinamika ekonomi digital secara utuh, sekaligus mengkaji berbagai implikasinya terhadap masyarakat,” tambahnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Jefri Al Kausar, S.Tr.T., M.Si., mengatakan layanan pendanaan dan pinjaman online saat ini memiliki dua sisi yang perlu dipahami masyarakat.

Baca juga:  Sah, Rahmad Zaki Terpilih Sebagai Presma UNJA 2025-2026

Di satu sisi, layanan tersebut dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan finansial, namun di sisi lain juga memiliki risiko apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang cukup.