TANYAFAKTA.CO Pertumbuhan ekonomi suatu daerah berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakatnya yang turut menjadi tolak ukur apakah suatu daerah tersebut berada dalam kondisi perekonomian yang baik atau tidak.

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan peningkatan nilai serta jumlah produksi barang dan jasa yang dihitung pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kepada beberapa indikator misalnya naiknya pendapatan daerah, pendapatan perkapita, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari jumlah pengangguran, serta berkurangnya tingkat kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai proses perubahan yang secara berkesinambungan menuju kondisi yang lebih baik dalam kondisi perekonomian suatu wilayah.

Ekonomi suatu wilayah itu dapat dikatakan bertumbuh jika kegiatan ekonomi masyarakatnya berdampak langsung kepada kenaikan produksi barang dan jasanya.

Baca juga:  Di Balik Harga Mahal Sistem Pertahanan: Investasi R&D yang Menentukan Nasib Bangsa

Mengamati siklus pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi tahun 2022 hingga 2024, berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi di Provinsi Jambi Terus mengalami Kontraksi terjadi Pelemahan Ekonomi.

Adapun siklus Kontraksi Penurunan pertumbuhan ini kami Perhatikan pada 2 tahun berturut-turut, berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 mencapai 5,13 Persen, Selanjutnya tahun 2023 mengalami Kontraksi penurunan Pertumbuhan ekonomi hanya 4,66 Persen.

kemudian tahun 2024 turun kembali hanya pada 4,51 Persen dan tercatat Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi berada pada posisi di bawah rata-rata Pertumbuhan ekonomi secara nasional yaitu 5,03 Persen.

Turunnya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi dalam rentang waktu 2022 hingga 2024 ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian daerah, diantaranya ;

Baca juga:  Program Astacita Prabowo Subianto: Kolaborasi Polda Jambi dan PTPN IV Tanam Jagung Serentak untuk Swasembada Pangan

1. Menurunnya Pendapatan Masyarakat

2. Meningkatnya Pengangguran dan Kemiskinan

3. Lesunya Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

4. Penurunan Investasi

5. Peningkatan Inflasi dan Biaya Hidup

6. Menurunnya Pendapatan Daerah