Selain proyek Huayou, rapat juga menyoroti perkembangan kerja sama dengan CATL. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya peran Danantara dalam memperkuat posisi Indonesia dalam proyek strategis ini.
“Kalau dulu mungkin ada kendala pendanaan. Tapi sejak ada Danantara ini pendanaan ini kita yang membantu karena kita melihat pekerjaan ini, proyek ini memang sangat-sangat baik. Baik dari segi return-nya, baik dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya. Dan juga baik dari segi dampak perekonomiannya ke depan untuk Indonesia,” ucap Rosan.
Rosan menjelaskan bahwa dengan keterlibatan dua konsorsium besar—Huayou dan CATL—pemerintah menargetkan penguasaan penuh atas rantai nilai industri kendaraan listrik, dari tambang hingga produksi baterai.
“Jadi dengan ini the whole ecosystem dari mining sampai ke baterainya ini akan terjadi di dalam satu, kita bilangnya green package. Atau satu ekosistem dari baik yang deal yang akan berjalan dengan Huayou maupun dengan CATL,” pungkasnya.
Sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, serta COO Danantara Dony Oskaria. (BPMI Setpres)



Tinggalkan Balasan