TANYAFAKTA.CO Jerawat batu atau cystic acne merupakan salah satu jenis jerawat yang paling parah dan menyakitkan.

Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat batu terbentuk jauh di dalam kulit dan berisi nanah, serta seringkali menimbulkan peradangan hebat.

Jika tidak ditangani dengan benar, jerawat batu bisa meninggalkan bekas luka permanen yang sulit dihilangkan.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tentang apa itu jerawat batu, penyebab utamanya, faktor risiko, gejala, serta berbagai cara mengobatinya baik secara medis maupun alami.

Apa Itu Jerawat Batu?

Jerawat batu merupakan bentuk jerawat nodulokistik, yang terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Penyumbatan ini kemudian berkembang menjadi peradangan yang parah dan membentuk benjolan besar, merah, dan terasa nyeri. Jerawat ini bisa muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan bahu.

Baca juga:  Merokok: Bahaya Tersembunyi yang Mengancam Kesehatan Kita Semua

Berbeda dengan komedo atau jerawat kecil biasa, jerawat batu bersifat lebih dalam dan sulit sembuh. Dalam banyak kasus, jerawat jenis ini memerlukan perawatan jangka panjang dengan bantuan tenaga medis.

Penyebab Jerawat Batu

Penyebab utama jerawat batu hampir sama dengan jerawat pada umumnya, namun lebih kompleks dan melibatkan reaksi inflamasi yang lebih kuat. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  1. Produksi Sebum Berlebihan

    • Kelenjar sebaceous menghasilkan minyak alami kulit. Jika produksi minyak berlebihan, pori-pori bisa tersumbat dan menjadi sarang bakteri.

  2. Pertumbuhan Bakteri

    • Bakteri Propionibacterium acnes yang hidup secara alami di kulit bisa berkembang biak secara berlebihan dalam pori-pori tersumbat, menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah.

  3. Perubahan Hormon

    • Ketidakseimbangan hormon, terutama saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau karena sindrom ovarium polikistik (PCOS), dapat memicu jerawat batu.

  4. Faktor Genetik

    • Jika orang tua memiliki riwayat jerawat parah, kemungkinan besar anak juga akan mengalami kondisi serupa.

  5. Stres

    • Meskipun stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat batu, stres dapat memicu perubahan hormonal yang memperparah kondisi kulit.

  6. Penggunaan Produk Kosmetik Tertentu

    • Produk yang bersifat komedogenik atau menyumbat pori-pori dapat memperburuk jerawat, terutama jika tidak dibersihkan dengan benar.

Baca juga:  Mengapa Potong Kuku Tidak Dianjurkan di Malam Hari? Cek Faktanya

Ciri-Ciri dan Gejala Jerawat Batu

Ciri khas jerawat batu adalah benjolan besar yang terasa nyeri saat disentuh. Berikut adalah beberapa gejala umum: