“Imam memiliki peran sosial yang tinggi. Ia harus menjadi jembatan solusi, bukan sekadar ahli baca Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menag di tengah padatnya agenda nasional.
“Alhamdulillah, di tengah kesibukannya, beliau menyempatkan hadir di Jambi. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian beliau terhadap masyarakat Jambi,” kata Al Haris.
Ia juga menegaskan bahwa Provinsi Jambi merupakan daerah yang majemuk, namun tetap kondusif dan harmonis.
“Jambi ini heterogen, banyak umat beragama yang luar biasa. Alhamdulillah, kerukunan umat beragama tetap terjaga, sehingga pemerintah bisa bekerja dengan nyaman,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris turut memaparkan bahwa Jambi telah memiliki Islamic Center yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Ia juga menyampaikan komitmen Pemprov Jambi dalam mendukung pendidikan agama, termasuk memberikan apresiasi kepada imam masjid dan guru ngaji berupa program umrah gratis.
“Pak Menteri, kami sudah punya Islamic Center yang siap digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, kami juga memberikan apresiasi kepada imam dan guru ngaji lewat program umrah gratis. Ini bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga rumah ibadah,” tutupnya. (*)





Tinggalkan Balasan