Masalah ini bukan hanya dirasakan oleh segelintir guru, tapi hampir disemua jenjang pendidikan. Banyak guru yang mengeluh bahwa beban kerja mereka terlalu berat, bukan karena muridnya, tapi karena urusan admistratif yang berlebihan. Dan yang menyedihkannya lagi, sering kali kinerja guru dinilai bukan dari cara mereka mengajar, tapi dari kelengkapan laporan dan data yang mereka isi. Semestinya profesionalisme guru tidak diukur dari kelengkapan laporan atau jumlah dokumen yang diunggah ke sistem, tetapi dari dedikasi, kompetensi pedagogik, dan etika kerja yang ditunjukkan didalam kelas.
Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah hadir untuk mendukung guru, bukan justru menambah beban kerja mereka. Digitalisasi seharusnya menjadi Solusi untuk mempermudah pekerjaan guru, bukan me4nambah kerumitan dengan sistem yang tidak terintegrasi. Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru, seperti memberikan tenaga bantu admistrasi di sekolah, menyederhanakan sistem pelaporan, serta melibatkan guru dalam proses perumusan kebijakan Pendidikan.
Selain itu, pelatihan dan pengembangan guru perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan hanya pelatihan teknis admistratif. Sistem penilaian kinerja guru juga perlu dievaluasi agar mencerminkan kinerja yang nyata di lapangan, bukan sekedar tumpukan dokumen.
Profesionalisme guru akan tumbuh dengan baik apabila mereka diberikan ruang dan kepercayaan untuk focus pada tugas utamanya, yaitu mendidik siswa. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kelengkapan data, tetapi dari hubungan yang kuat antara guru dan murid, serta semangat guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, jika kita ingin Pendidikan Indonesia benar-benar maju, maka kita harus memulai dari memperjuangkan kondisi kerja guru, mendukung mereka secara menyeluruh, dan membebaskan mereka dari beban admistratif yang tidak perlu. Dengan demikian, guru dapat tetap profesional dalam arti yang sesungguhnya, dan Pendidikan Indonesia akan menuju kea rah yang lebih baik.
Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN STS Jambi





Tinggalkan Balasan