TANYAFAKTA.CO – Ketindihan atau dikenal juga dengan istilah sleep paralysis merupakan fenomena tidur yang kerap menimbulkan kepanikan.

Banyak masyarakat mengaitkan kondisi ini dengan hal-hal gaib atau mistis. Padahal, dari sudut pandang medis, ketindihan memiliki penjelasan ilmiah yang logis dan dapat dijelaskan secara neurologis maupun psikologis.

Apa Itu Ketindihan?

Ketindihan adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat bergerak atau berbicara sesaat setelah tertidur atau saat terbangun dari tidur, meskipun dalam keadaan sadar. Umumnya, kondisi ini berlangsung selama beberapa detik hingga dua menit.

Saat mengalami ketindihan, sering kali disertai sensasi sesak di dada, halusinasi, atau perasaan seperti diawasi oleh makhluk tak terlihat.

Baca juga:  Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Secara medis, ketindihan terjadi saat fase tidur rapid eye movement (REM), di mana otak aktif bermimpi, tetapi tubuh dalam kondisi lumpuh sementara. Biasanya, kelumpuhan otot ini mencegah tubuh bergerak mengikuti mimpi

Namun, pada kasus sleep paralysis, otak terbangun lebih dulu dari fase REM, sementara tubuh belum merespons. Akibatnya, terjadi disconnect antara kesadaran dan kontrol motorik.

Gejala dan Ciri-Ciri

Fenomena ini sering kali terjadi dalam posisi tidur telentang. Gejala yang paling umum meliputi:

  • Kesulitan bergerak atau berbicara meskipun telah sadar.

  • Perasaan tertekan di dada atau kesulitan bernapas.

  • Halusinasi visual atau auditori, seperti melihat bayangan gelap atau mendengar suara aneh.

  • Sensasi melayang atau terlepas dari tubuh.

Baca juga:  Thrift Fashion Dress di Jambi, YEEPO.CO Jadi Pilihan Utama

Beberapa orang juga melaporkan perasaan takut yang intens, meskipun tidak ada ancaman nyata di sekeliling.