Seminar juga menghadirkan tokoh penting dari mancanegara, seperti Assoc. Prof. Lan Umek, Ph.D. dan Dr. Dejan Ravielj dari University of Ljubljana, Slovenia, serta akademisi lokal seperti Rio Yusri Maulana, Ph.D. dari Universitas Jambi.
Acara ini dihadiri ratusan civitas akademika dan mahasiswa lintas prodi, dengan suasana diskusi yang interaktif dan reflektif terhadap kondisi sosial-politik saat ini.
Rektor Universitas Jambi, Prof. Helmi, dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi internasional ini.
“Seminar ini adalah komitmen kita dalam mengembangkan ilmu berbasis statistik dan data digital. Ini menjadi landasan penting dalam mewujudkan good governance,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menyambut era digitalisasi.
“Tanpa SDM unggul, teknologi sehebat apapun akan sulit diadaptasi. Oleh karena itu, kampus harus menghasilkan lulusan yang bisa mendukung sistem,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Rio Yusri Maulana, Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama dengan University of Ljubljana sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu dan akan terus diperkuat.
“Tahun ini kita bentuk laboratorium kebijakan pemerintahan sebagai mitra strategis Pemkot Jambi untuk mengembangkan kebijakan yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Pemerintah Kota Jambi dan Universitas Jambi, yang diwakili oleh Kepala Bappeda Suhendri, Kepala Dinas Kominfo Abu Bakar, serta jajaran akademisi Universitas Jambi.
Seminar juga menampilkan keynote speech dari Dr. Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, yang disampaikan secara daring. Ia membahas The Role of Data Governance in Modern Public Administration sebagai fondasi pengambilan kebijakan yang efektif. (*)





Tinggalkan Balasan