“Semua sudah kita hitung. Semua kita berunding. Kita juga memikirkan. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” kata Kepala Negara.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengungkapkan adanya potensi pembelian pesawat Boeing dari Amerika Serikat. Hal ini dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat maskapai nasional, Garuda Indonesia, sebagai simbol kebanggaan bangsa.

“Ya, memang kita kan perlu untuk membesarkan Garuda. Garuda adalah kebanggaan kita. Garuda adalah flight carrier nasional. Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus menjadi lambang Indonesia,” ucapnya.

Selain sektor penerbangan, Presiden turut menyoroti sejumlah kebutuhan impor Indonesia dari Amerika Serikat seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, gandum, dan kedelai. Menurutnya, situasi ini menunjukkan adanya pertemuan kepentingan antara kedua negara dalam kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Baca juga:  Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024

“Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan. Kita juga butuh, sebagai contoh, kita masih impor BBM, kita masih impor gas, kita masih perlu impor gandum, kita masih perlu impor kedelai, dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan,” tutur Presiden Prabowo.

(BPMI Setpres)