Menurut Maulana, penerapan ketiga keterampilan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia, melalui lahirnya generasi yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.

Namunn, Maulana juga menyinggung paradoks yang terjadi di Kota Jambi. Ia menyoroti fenomena tingginya praktik judi online dan maraknya peredaran narkoba di tengah masyarakat yang dikenal religius.

“Ini sangat disayangkan. Hal-hal yang merusak generasi muda seperti ini dapat menghambat pembangunan guna mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” tegasnya.

Terakhir, orang nomor satu di Kota Jambi tersebut berharap mahasiswa FKIP UNJA menjauhi hal-hal negatif tersebut agar dapat tumbuh sebagai insan akademis yang unggul, bermanfaat, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Jambi, bangsa, dan negara. (AAS)

Baca juga:  Walikota Maulana Pimpin Apel Hari Pendidikan, Luncurkan Sekolah Digital dan Serahkan 2.000 Beasiswa