Para tokoh masyarakat juga meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan penegak hukum lain untuk turun langsung melakukan penindakan tegas. Mereka mengingatkan, jika situasi dibiarkan berlarut-larut, konflik horizontal antarwarga bisa pecah kapan saja.
“Ini bukan soal pro atau kontra, ini soal mempertahankan ruang hidup,” ujar salah satu perwakilan warga. “Kami sudah berkali-kali minta dihentikan. Kalau dibiarkan, nanti ada korban.”
Warga berharap pemerintah segera menetapkan kawasan tersebut sebagai zona bebas PETI dengan pengawasan ketat. Mereka juga menekankan pentingnya operasi gabungan terpadu agar alat berat dan pelaku PETI tidak lagi kembali mengacak-ngacak bantaran Sungai Batang Tebo.
Situasi di Pelayang masih dipantau. Warga menegaskan aksi mereka adalah peringatan keras agar aktivitas PETI benar-benar berhenti, sebelum ketegangan berubah menjadi konflik yang tak diinginkan. (*)




Tinggalkan Balasan