Dalam aksi unjukrasa Nanda Caung meminta agar pemerintah mempertimbangkan keputusan surat yang dikeluarkan terkait pembongkaran bangunan pagar sekolah Maitreywira karena selama ini bangunan tersebut sangat berguna untuk siswa siswi yang sekolah disitu dimana lokasi tersebut dipergunakan untuk mengisi kegiatan high school sekolah dan itu memiliki dampak yang baik.

“Kita jangan mengorbankan tempat pendidikan terkhusus Asahan sebab SDM kita merupakan dari pendidikan jadi ini harus dijaga,”beber Nanda Caung.

Dijelaskannya, tidak ada penutupan jalan namun pihak sekolah hanya melakukan peralihan jalan yang dialihkan lebih luas dari sebelumnya dan itu juga disepakati serta didukung oleh masyarakat setempat.

Namun adanya penolakan terhadap bangunan tersebut dipicu dugaan oknum provokasi yang merasa tidak senang jika Sekolah tersebut maju dan berkembang sehingga oknum tersebut mengajak warga untuk menolak dan membongkar bangunan tersebut.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Salurkan 51 Bantuan Bedah Rumah di Tanjab Barat

Dalam aksi unjukrasa antara Nanda Caung dan Satpol PP Asahan sempat melakukan perdebatan sengit yang memicu suasana masa pendemo menjadi panas namun berhasil ditengahi oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH yang berjanji akan melakukan rapat serta pertimbangan kembali terkait eksekusi pembongkaran bangunan sekolah milik Maitreywira. (*)