TANYAFAKTA.CO, ASAHAN – Terkait surat perintah surat dari Pemerintah Asahan yang ditandatangani oleh plt Kasat Pol PP Asahan Budi Limbong tentang bangunan pagar sekolah yayasan Maitreywira terletak di Gang Setia Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Akhirnya Pemerintah Asahan membatalkan melakukan eksekusi pembongkaran terhadap bangunan tersebut.
Alasan batalnya pembongkaran tersebut belum tahu kepastian apa hal yang membuat pembongkaran tersebut ditunda namun namun diketahui bahwa saat aksi unjukrasa terjadi terkait penolakan Bangunan Sekolah Maitreywira yang akan dibongkar, wakil Bupati Asahan Rianto mengatakan akan mempertimbangkan lagi karena ini berkaitan tentang pendidikan Asahan.
“Kita juga melakukan upaya mediasi kepada pihak yayasan dan warga untuk mencari solusi atas persoalan ini,”ucap Wakil Bupati Asahan Senin (17/11/2025).
Sebelumnya Pemerintah Asahan resmi mengeluarkan surat agar melakukan pembongkaran bangunan pagar sekolah milik Maitreywira dimana hal tersebut berdasarkan surat rekomendasi dari Dinas PUTR Asahan bahwa adanya ketidaksesuaian ijin PBG milik yayasan Maitreywira sehingga pemerintah mengambil langkah untuk melakukan pembongkaran pada Selasa 18 November 2025.
Namun hal tersebut direspon oleh kelompok Mahasiswa dan Pemuda Asahan yang dipimpin oleh Dicky Erianda Saragi atau lebih akrab disapa Nanda Caung, dimana satu hari sebelum melakukan eksekusi pembongkaran bangunan sekolah tersebut Nanda Caung bersama rekan mahasiswanya melakukan aksi unjukrasa di Kantor Satpol PP Asahan dan Bupati Asahan.
Dalam aksi unjukrasa Nanda Caung meminta agar pemerintah mempertimbangkan keputusan surat yang dikeluarkan terkait pembongkaran bangunan pagar sekolah Maitreywira karena selama ini bangunan tersebut sangat berguna untuk siswa siswi yang sekolah disitu dimana lokasi tersebut dipergunakan untuk mengisi kegiatan high school sekolah dan itu memiliki dampak yang baik.
“Kita jangan mengorbankan tempat pendidikan terkhusus Asahan sebab SDM kita merupakan dari pendidikan jadi ini harus dijaga,”beber Nanda Caung.
Dijelaskannya, tidak ada penutupan jalan namun pihak sekolah hanya melakukan peralihan jalan yang dialihkan lebih luas dari sebelumnya dan itu juga disepakati serta didukung oleh masyarakat setempat.
Namun adanya penolakan terhadap bangunan tersebut dipicu dugaan oknum provokasi yang merasa tidak senang jika Sekolah tersebut maju dan berkembang sehingga oknum tersebut mengajak warga untuk menolak dan membongkar bangunan tersebut.
Dalam aksi unjukrasa antara Nanda Caung dan Satpol PP Asahan sempat melakukan perdebatan sengit yang memicu suasana masa pendemo menjadi panas namun berhasil ditengahi oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH yang berjanji akan melakukan rapat serta pertimbangan kembali terkait eksekusi pembongkaran bangunan sekolah milik Maitreywira. (*)



Tinggalkan Balasan