Ludwig menambahkan bahwa policy brief tersebut berisi penjelasan mengenai konflik agraria yang telah didampingi GMNI Jambi selama kurang lebih empat tahun antara PT Trimitra Lestari (TML) dan Kelompok Tani Mandiri Desa Purwodadi.
GMNI Jambi berharap pemerintah pusat, terutama para senior dan alumni GMNI yang kini berada di parlemen maupun pemerintahan, dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat dampingan mereka.
“Sesuai Amanat Penderitaan Rakyat yang disampaikan Bung Karno tentang pentingnya keadilan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia, kami berupaya sungguh-sungguh mencari solusi bagi Kelompok Tani Mandiri yang tanahnya telah lebih dari 30 tahun dikuasai PT TML,” tegas Ludwig.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan adanya tindak lanjut dari pemerintah pusat:
“Melalui policy brief ini, kami berharap Mas Pacul dan seluruh alumni GMNI yang duduk di kursi pemerintahan pusat memberikan perhatian terhadap persoalan yang kami dampingi, sebagaimana ajaran Bung Karno agar seorang Marhaenis senantiasa menjadi pasukan yang menolong kaum Marhaen di Indonesia,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan