Oleh : Dr. Noviardi FerziĀ 

TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Cukup skeptis membaca klaim tentang pertumbuhan wisata Jambi mencapai 79 persen dan bahkan mengungguli provinsi-provinsi besar seperti Riau dan Sumatera Selatan. Karena, bila data ditelusuri lebih dalam, gambaran yang muncul justru menunjukkan bahwa klaim tersebut terlalu sederhana dan tidak sepenuhnya mencerminkan realitas kinerja pariwisata di tingkat regional.

Sebenarnya, angka 79 persen itu merujuk pada lonjakan wisatawan domestik pada periode tertentu, bukan capaian pariwisata Jambi secara keseluruhan. Faktanya, Sebelum pandemi, jumlah wisatawan domestik Jambi berada di kisaran 2,4 hingga 2,9 juta perjalanan per tahun, dengan rata-rata kontribusi hanya sekitar 0,49 persen dari total 603 juta perjalanan wisatawan domestik Indonesia pada 2021. Basis yang relatif kecil inilah yang membuat persentase pertumbuhan mudah melonjak dan terlihat spektakuler.

Baca juga:  Optimalkan Penataan PKL, Wali Kota Jambi Lakukan Studi Tiru ke Yogyakarta

Jika indikator wisatawan mancanegara turut diperhitungkan, posisi Jambi bahkan semakin tertinggal. Jumlah wisman ke Jambi hanya berkisar 4–5 ribu kunjungan per tahun, sangat kecil dibandingkan provinsi lain di Sumatra. Riau mencatat hampir 400 ribu kunjungan wisman pada 2023, sedangkan pada Maret 2025 saja provinsi tersebut menerima lebih dari 5.400 wisman atau meningkat lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Sumatera Selatan juga stabil menerima puluhan ribu wisman setiap tahun, menunjukkan pangsa pasar internasional yang jauh lebih mapan. Dengan perbedaan skala sebesar itu, membandingkan Jambi dengan dua provinsi besar tersebut hanya dari satu angka pertumbuhan wisatawan domestik jelas tidak cukup.