Oleh : Ensi Daratista –

TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam struktur kepengurusan yang sama, ekonom senior Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN. Penetapan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat arah kebijakan riset dan inovasi nasional agar lebih terintegrasi dan berorientasi pada kepentingan pembangunan jangka panjang.

Dewan Pengarah BRIN memiliki peran strategis dalam memberikan arahan umum, pengawasan, serta penetapan kebijakan makro terkait riset dan inovasi di Indonesia. Lembaga ini diharapkan mampu memastikan seluruh kegiatan riset nasional berjalan sejalan dengan visi pembangunan nasional, serta mendukung kemandirian teknologi dan daya saing bangsa di tingkat global.

Baca juga:  Catatan APBD Perubahan Jambi 2025

Megawati Soekarnoputri dipandang memiliki pengalaman kepemimpinan nasional yang panjang, baik sebagai presiden maupun tokoh politik nasional. Selain itu, Megawati juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan penguatan sumber daya manusia Indonesia. Penunjukannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN dinilai dapat memberikan perspektif strategis dan ideologis dalam menentukan arah kebijakan riset nasional.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN dikenal luas sebagai ekonom dan teknokrat berpengalaman. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang kebijakan publik, ekonomi makro, dan pengelolaan lembaga strategis nasional. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pendekatan teknokratis dan berbasis data dalam setiap pengambilan keputusan di lingkungan BRIN.

Baca juga:  Normalisasi Mantan Narapidana Korupsi dalam Tim Pemenangan Alharis-Sani: Ancaman Bagi Masa Depan Politik Jambi

Pemerintah menaruh harapan besar agar kepemimpinan Dewan Pengarah BRIN yang baru mampu mendorong sinergi antara lembaga riset, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, hasil riset diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga transformasi digital.

Selain itu, penguatan peran BRIN juga dipandang penting dalam menghadapi persaingan global di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kebijakan riset yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan inovasi dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Dengan ditetapkannya Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua dan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN, pemerintah optimistis lembaga riset nasional ini dapat semakin solid dalam menjalankan tugasnya. Ke depan, BRIN diharapkan menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi demi kemajuan Indonesia.

Baca juga:  Kritik Bukan untuk Dihindari, Tapi Dikawal Sejak Awal

Penulis merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pamulang