PTPN IV Regional 4 Jambi selaku produsen Teh Kayu Aro memamerkan berbagai jenis teh, di antaranya Teh Hitam (Black Tea) berkualitas ekspor yang diproses dengan metode Orthodox (daun utuh) dan CTC (crush, tear, curl). Selain itu, diperkenalkan pula varian premium dari lini Royal Premium seperti Gollen, Diamond, dan Red Velvet.
Tidak hanya itu, pengunjung juga diperkenalkan dengan White Tea (teh putih) yang berasal dari kebun Teh Kayu Aro, dikenal memiliki aroma kuat dan rasa khas yang digemari kalangan bangsawan Eropa.
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa Teh Kayu Aro yang berasal dari kebun teh peninggalan penjajahan Belanda di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, memiliki aroma khas pegunungan Kerinci dan telah dikonsumsi Ratu Belanda serta Ratu Inggris sejak pertama kali perkebunan tersebut dikelola pada tahun 1925.
“Kebun Teh Kayu Aro selain menghasilkan teh berkualitas ekspor juga menjadi salah satu destinasi wisata alam perkebunan dan destinasi sejarah. Pabrik, rumah, hingga tanaman teh yang pertama kali ditanam oleh Belanda masih terawat dan tetap menghasilkan teh berkualitas tinggi. Pada Desember lalu, bersama PTPN IV Regional 4 kami baru saja merayakan satu abad Kebun Teh Kayu Aro,” kata Monadi. (*)





Tinggalkan Balasan