“Kami tidak sedang meminta bantuan sukarela, kami menuntut hak masyarakat. Jika proposal kegiatan edukatif dan sosial dari mahasiswa saja selalu diabaikan, maka patut dipertanyakan ke mana larinya aliran dana CSR PT KDA selama ini? Transparansi perusahaan sangat kami ragukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden BEM UNISAR ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia meminta manajemen PT KDA segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyaluran CSR mereka agar lebih tepat sasaran bagi pemuda di Desa Tanjung dan sekitarnya.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari PT KDA untuk duduk bersama dan merespons kegelisahan pemuda, kami dari BEM UNISAR akan melakukan konsolidasi massa yang lebih besar. Jangan sampai investasi yang ada di Sarolangun ini justru mematikan kreativitas dan semangat pemuda lokalnya sendiri,” tutup Ferdiansyah. (*)




Tinggalkan Balasan