Gubernur Al Haris juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Fokus Bapak Presiden saat ini adalah meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program, di antaranya revitalisasi dan pembangunan ribuan sekolah. Indonesia kini tidak lagi hanya dipandang sebagai negara berkembang, tetapi mulai masuk kategori negara maju. Ketika menjadi negara maju, persaingan juga semakin ketat, baik antar daerah maupun antar negara. Karena itu, tugas kita adalah menyiapkan SDM daerah yang bertaraf internasional,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa tanggung jawab dalam menyiapkan SDM unggul merupakan tantangan bersama antara pemerintah, pendidik, dan orang tua.

Baca juga:  Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan

Ia juga mengingatkan adanya tiga tantangan besar yang menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia, yakni narkoba, judi online, dan paham radikalisme yang mulai menyasar anak-anak melalui media sosial.

“Jangan sampai kita hanya bangga dengan kemampuan mengelola teknologi dan media sosial. Di balik kemajuan digitalisasi, ada kelompok-kelompok yang masuk melalui media sosial untuk mempengaruhi kepribadian anak-anak dan merusak pola pikir mereka. Ini sangat berbahaya dan menjadi tanggung jawab kita bersama agar modernisasi tidak justru merusak kehidupan kita,” pungkasnya. (*)