Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru nantinya akan terintegrasi dengan sejumlah ruas tol utama lainnya, yaitu Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, serta Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar yang merupakan bagian dari jaringan JTTS.
“Keberadaan Jembatan Siak berperan penting dalam memperkuat integrasi antar ruas tol di Provinsi Riau dan mendukung kelancaran distribusi logistik. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Mardiansyah.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan arteri, proyek ini juga membuka akses menuju kawasan industri, perdagangan, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Pekanbaru. Seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan dengan penerapan standar keselamatan dan mutu yang ketat, serta berhasil mencapai target zero accident.
“Ke depan, keberadaan ruas tol ini diharapkan semakin memperkuat peran JTTS sebagai tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatra, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan pemerataan pembangunan di Provinsi Riau. Hutama Karya berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur strategis nasional yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Mardiansyah.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 kilometer, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi. Ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, Tol Indralaya–Prabumulih, Tol Betung–Jambi Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino, Tol Bengkulu–Taba Penanjung, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Medan–Binjai, Tol Binjai–Langsa Seksi Binjai–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Tol Padang–Sicincin, Tol Indrapura–Kisaran, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak, serta Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6. (*)




Tinggalkan Balasan