“Terkait dengan AI, saya sendiri menggunakan AI, tetapi saya gunakan untuk membantah apa yang disampaikan Gemini. Namun jawabannya hanya sebatas pendapat. Sampai batas itu, menurut saya AI adalah otak besar untuk menampung informasi data dan keilmuan para akademisi. Oleh karena itu, yang paling penting adalah kita mengembangkan keterampilan yang tepat dalam menggunakan AI agar dapat memanfaatkannya secara optimal,” ujar Rektor.
Dalam sesi pemaparan, tim Google Indonesia memperkenalkan berbagai program pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan, termasuk penggunaan AI untuk mendukung pembelajaran serta platform Google yang dapat menunjang manajemen kampus. Tim juga membagikan tips praktis dalam meningkatkan kompetensi digital dosen dan tenaga kependidikan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan serta gagasan terkait implementasi teknologi di lingkungan UNJA.
Melalui kegiatan ini, UNJA berharap dapat mempercepat inovasi pembelajaran digital serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas akademik. Ke depan, UNJA bersama Google Indonesia menargetkan pelaksanaan program lanjutan di kampus, termasuk workshop dan pelatihan bagi civitas akademika, sehingga kampus semakin siap menghadapi tantangan pendidikan digital di masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan