Dalam pengumuman hasil penilaian dewan juri, Khaisim Ilham Ramadhan berhasil meraih Juara I dengan judul tulisan “Investasi Dimulai dari Keputusan”. Karyanya dinilai mampu menghadirkan perspektif reflektif dan aplikatif mengenai pentingnya keputusan individu sebagai titik awal investasi yang berdampak luas bagi pembangunan daerah.

Juara II diraih oleh Kezia Natauli Limbong melalui tulisannya berjudul “Digitalisasi Investasi Pemuda terhadap Jambi”. Gagasan yang diangkat menekankan peran transformasi digital dalam memperluas akses investasi bagi generasi muda.

Sementara itu, Juara III diraih oleh Eliza Suryani dengan karya berjudul “Pemuda Berinvestasi, Jambi Bertransformasi: Penguatan Literasi Finansial dan Investasi Produktif sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Daerah”. Tulisan tersebut dinilai komprehensif dalam mengulas pentingnya literasi keuangan dan investasi produktif sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga:  Walikota Jambi Resmi Buka Turnamen Catur di Kopi Mansur 2 Puri Selincah, Markas Baru Pecatur Muda Kota Jambi

Inisiator Forum Pengawal Investasi Provinsi Jambi, Jefry Bintara Pardede, yang merupakan salah satu narasumber pada talkshow tersebut turut memberikan ucapan selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah berani menyampaikan gagasan kritisnya. Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang dibutuhkan untuk mengawal investasi agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Jefry.

Perwakilan manajemen JBC, Dedy Rachmawan, juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Paviliun JBC.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba karya tulis. Semoga gagasan yang disampaikan tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dalam langkah nyata untuk kemajuan Jambi,” ungkap Dedy.

Baca juga:  Lowongan Kerja Jambi 2026: Jambi Business Center Buka Rekrutmen Project Officer dan Drafter Estimator

“Gagasan yang dituliskan tidak akan pernah hilang, ia akan terus abadi,” pungkasnya. (*)