TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Layanan mobile banking milik Bank 9 Jambi dikabarkan tidak dapat diakses pada Minggu (22/2/2026).

Kabar ini bermula dari beredarnya pesan berantai di beberapa grup whatsApp yang mengatakan bahwa sistem Bank 9 Jambi sedang mengalami peretasan.

“Bank Jambi dibobol hacker, Duit di bank Jambi tidak bisa dicek dan ditarik,”ujar pesan tersebut.

Hal ini membuat ratusan nasabah mengalami kepanikan serius yang membuat ratuan nasabah berbondong-bondong melakukan pengecekan ke Kantor cabang bank 9 Jambi terdekat.

Saat redaksi tanyafakta.co melakukan pengecekan, ternyata benar aplikasi menampilkan notifikasi bertuliskan “Proses Tidak dapat dilanjutkan, Coba Beberapa Saat lagi.”

Kepanikan bertambah akibat turut beredarnya kabar adanya kerugian dana pada sejumlah rekening nasabah mulai dengan nilai bervariasi mulai dari 20,24, sampai 25 juta rupiah.

Sontak, Di kantor cabang Bank Jambi di wilayah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat langsung digeruduk puluhan nasabah yang berujung viral di media sosial.

Nasabah yang didominasi oleh ASN tersebut datang  meminta penjelasan atas dugaan berkurangnya saldo rekening secara misterius serta tidak berfungsinya layanan Bank 9 Jambi.

Sejumlah nasabah mengaku mengalami pengurangan saldo hingga puluhan juta rupiah. Salah seorang nasabah dalam video yang beredar menyebutkan nilai kerugian bervariasi, mulai sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta per rekening.

Situasi ini memicu kepanikan karena sebagian nasabah mengaku dana tersebut merupakan simpanan utama untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa di antaranya juga menyampaikan akan menempuh langkah hukum apabila permasalahan tidak segera diselesaikan.

Selain aplikasi mobile banking, nasabah juga mengeluhkan layanan ATM dan mesin setor tunai (CRM) yang tidak dapat digunakan. Nasabah yang datang sekitar pukul 11.00 WIB tidak bisa melakukan transaksi, termasuk penarikan dana darurat pada hari libur.

Baca juga:  PTPN IV PalmCo Gulirkan Rp7,4 Miliar Program TJSL Momen Natal dan Tahun Baru

Saat redaksi mencoba melakukan konfirmasi ke Bank 9 Jambi melalui Gavi selaku perwakilan bagian media Bank 9 Jambi, Ia menjelaskan pihaknya akan segera memberikan pers realese terkait persoalan ini.

“ditunggu saja bang rilis resminya,” ujar Gavi.

Saat ditanya soal proses penanganan yang sedang berlangsung ia juga terkesan enggan memberi tanggapan dengan kembali menjawab supaya redaksi menunggu proses yang sedang berlangsung.

“Ditunggu saja bang prosesnya,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank 9 Jambi Khairul Suhairi, hingga berita ini diterbitkan juga tak kunjung memberikan tanggapan.

Apabila dugaan para nasabah mengenai adanya peretasan sistem Bank 9 Jambi, tentu ini akan menjadi ombak menurunnya kepercayaan nasabah kepada pelayanan di Bank 9 Jambi.

Diketahui pada Senin, (16/2/2026) lalu, Direktur Bank 9 Jambi mengatakan pihaknya akan terus memperkuat sistem keamanan sibernya guna meminimalisir risiko peretasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami juga menghimbau kepada nasabah setia Bank Jambi, jangan langsung percaya apabila terdapat nomor yang tidak dikenal dan mengatasnamakan Bank Jambi, yang menawarkan iming-iming hadiah maupun program bunga tinggi,” tegas Dirut Bank Jambi, Khairul Suhairi dikutip dari Jambiekspres.co.id.

Maintenance sistem pun secara berkala dilakukan agar keamanan digital tetap terjaga, terutama untuk memastikan dana nasabah tetap aman saat disimpan di Bank Jambi.

“Dengan amannya dana nasabah, maka kepercayaan masyarakat untuk menabung di Bank Jambi akan terus terjaga,” terangnya.

Baca juga:  Dua PLTBg Ini Jadi Senjata PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Krisis Global

Selain memperkuat sistem keamanan siber, Bank Jambi juga menghadirkan layanan pengaduan cepat, tepat, dan responsif selama 24 jam melalui call center resmi Bank Jambi. Layanan ini memungkinkan nasabah segera melaporkan apabila terjadi transaksi mencurigakan atau pengurangan saldo yang tidak dilakukan oleh nasabah.

Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh tim khusus. Dalam kasus dugaan penipuan atau scam, Bank Jambi segera melakukan langkah pengamanan seperti pemblokiran rekening pelaku serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan.

Bank Jambi juga menyediakan kanal pengaduan melalui kantor cabang terdekat serta layanan call center resmi di 1500665 sehingga nasabah dapat memilih metode pelaporan yang paling mudah dan cepat.

Perkembangan digitalisasi harus diimbangi dengan pemenuhan SDM yang mumpuni. Bank Jambi terus meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi guna mengantisipasi potensi kejahatan siber.

“Karena semakin berkembang teknologi, semakin berkembang pula kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital. Ini harus diantisipasi secepat mungkin,” urainya.

Selain itu, Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, SE, MM juga menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan nasabah merupakan core value yang menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas operasional Bank Jambi.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penguatan budaya layanan (service excellence) sekaligus implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) di lingkungan Bank Jambi.

Khairul Suhairi menyampaikan bahwa di tengah dinamika industri perbankan dan percepatan transformasi digital, Bank Jambi terus melakukan penguatan pada aspek manajemen risiko (risk management), sistem pengendalian internal, serta perlindungan data dan transaksi nasabah.

Baca juga:  Sinsen Genjot Kesadaran Berkendara Aman Lewat Safety Riding Gratis di Jambi

“Kepercayaan publik adalah modal utama perbankan. Karena itu, Bank Jambi berkomitmen menjaga integritas sistem, keamanan transaksi, serta kualitas layanan agar nasabah merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan keamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan infrastruktur teknologi informasi, pengawasan transaksi elektronik, hingga penerapan standar kepatuhan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Termasuk di dalamnya optimalisasi layanan digital seperti mobile banking yang semakin menjadi kebutuhan masyarakat.

Di sisi layanan, Bank Jambi juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya petugas layanan nasabah (frontliner), melalui pelatihan berkelanjutan agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan solutif.

“Transformasi yang kami lakukan tidak hanya bersifat digital, tetapi juga kultural. Kami ingin setiap insan Bank Jambi memiliki customer-oriented mindset dan menjadikan kepuasan nasabah sebagai indikator kinerja utama,” tegas Khairul.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Bank Jambi tetap menjaga prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam penyaluran pembiayaan, sekaligus memperkuat peran intermediasi untuk mendukung UMKM dan sektor produktif sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan masyarakat.

“Bank Jambi adalah bank milik masyarakat Jambi. Karena itu kami berupaya memastikan setiap layanan yang kami berikan memenuhi standar keamanan, transparansi, dan profesionalisme,” katanya. (*)