TANYAFAKTA.CO, JAMBI –  Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank 9 Jambi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah atas gangguan layanan perbankan yang terjadi dan berdampak pada akses transaksi.

Direktur Utama Bank 9 Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan bahwa saat ini sistem layanan perbankan sedang mengalami gangguan yang memengaruhi nasabah.

“Kami menyampaikan bahwa pada saat ini sistem layanan perbankan Bank Jambi sedang mengalami gangguan yang berdampak kepada nasabah,” ujarnya dalam siaran pers Minggu, (21/2/2026).

Pihak bank menjelaskan bahwa proses pemulihan sistem sedang dilakukan, khususnya pada kanal ATM dan mobile banking, agar layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya.

Bank juga mengimbau nasabah untuk tetap tenang serta menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk username, kata sandi, PIN, dan kode OTP, serta tidak membagikannya kepada pihak mana pun.

Baca juga:  Soal Perjalanan Pegawai Bank Jambi ke Dieng : Analisis Risiko

Sebagai bentuk tanggung jawab, Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk memastikan hak dan kepentingan nasabah tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala setelah proses verifikasi internal dan koordinasi dengan pihak terkait selesai dilakukan.

Nasabah yang merasa dirugikan diminta untuk menyampaikan laporan melalui layanan customer service di kantor layanan Bank Jambi terdekat mulai Senin (23/2/2026) sesuai jam operasional. Selain itu, informasi dan bantuan juga dapat diperoleh melalui call center resmi di nomor 1500-665.

“Kami terus bekerja maksimal untuk menjaga keamanan layanan dan kenyamanan bertransaksi serta akan menyampaikan pembaruan resmi kepada publik dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan informasi yang akurat,” kata Khairul.

Baca juga:  Jadwal Operasional Terbatas Bank Jambi Lebaran 2026, Cek Jam Layanannya!

Layanan Sempat Tidak Dapat Diakses

Sebelumnya diberitakan, layanan mobile banking Bank 9 Jambi tidak dapat diakses pada Minggu (22/2/2026). Informasi tersebut berawal dari beredarnya pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp yang menyebutkan sistem bank mengalami peretasan.

Pesan tersebut menyebutkan bahwa dana nasabah tidak dapat dicek maupun ditarik, sehingga memicu kepanikan. Ratusan nasabah dilaporkan mendatangi kantor cabang terdekat untuk memastikan kondisi rekening mereka.

Saat redaksi melakukan pengecekan, aplikasi mobile banking memang menampilkan notifikasi bertuliskan “Proses Tidak dapat dilanjutkan, Coba Beberapa Saat lagi.”

Kepanikan semakin meningkat setelah muncul kabar dugaan berkurangnya saldo pada sejumlah rekening nasabah dengan nilai bervariasi sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Baca juga:  Kabar Baik ! Bank 9 Jambi Tetap Buka Layanan Sabtu–Minggu, Transaksi Dilayani hingga Pukul 14.00 WIB

Di kantor cabang Bank Jambi wilayah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, puluhan nasabah mendatangi kantor untuk meminta penjelasan. Nasabah yang didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut mempertanyakan dugaan berkurangnya saldo rekening secara misterius serta tidak berfungsinya layanan perbankan.

Selain mobile banking, nasabah juga mengeluhkan layanan ATM dan mesin setor tunai (CRM) yang tidak dapat digunakan. Nasabah yang datang sekitar pukul 11.00 WIB mengaku tidak bisa melakukan transaksi, termasuk penarikan dana darurat pada hari libur. (*)