Ia mengaku menerima laporan bahwa sejumlah pedagang mampu meraup keuntungan lebih dari Rp7 juta sejak berjualan di Zcorner. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan zakat secara tepat dapat berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil.

“Zcorner ini harus terus dikembangkan di Kota Jambi. Dampaknya sangat terasa bagi pelaku UMKM kecil,” tegasnya.

Prof. Noor juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kepercayaan para muzakki (pemberi zakat) kepada Baznas. Dana zakat yang terhimpun disalurkan secara produktif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau masyarakat ingat huruf ‘Z’ sebagai zakat, itu penting. Artinya, ada semangat berbagi untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan,” tambahnya.

Baca juga:  Al Haris dan Abdullah Sani Ikuti Gladi Kotor Menuju Pelantikan Kepala Daerah Terpilih

Gubernur Jambi, Al Haris, menilai Zcorner sebagai langkah konkret membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan.

“Insyaallah dengan adanya usaha ini, kehidupan mereka akan lebih baik. Kita sadar masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, ketika ekonomi keluarga membaik, dampaknya akan luas, mulai dari kemampuan memiliki rumah hingga menyekolahkan anak-anak.

“Kita dorong masyarakat yang mampu untuk bersedekah melalui Baznas. Semakin banyak yang menyalurkan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang bisa dibantu,” pungkasnya. (*)