Untuk mencapai target nasional tersebut, Jatmiko menggarisbawahi tiga prinsip utama yang harus dipegang oleh seluruh unit usaha PalmCo. Pertama, produktivitas yang dihasilkan harus bernilai. Ia menekankan agar budaya mengejar produksi tidak sekadar untuk prestise atau kebanggaan semata, melainkan harus benar-benar menghasilkan keuntungan riil bagi perusahaan.

Kedua, efisiensi biaya yang terukur. Ia mengingatkan seluruh pimpinan unit untuk berpikir kritis sebelum mengeluarkan anggaran operasional. “Setiap rupiah yang dikeluarkan oleh perusahaan harus dipikirkan secara matang dampaknya. Jangan sampai kita hanya memikirkan bagaimana uang itu keluar, tetapi tidak memikirkan bagaimana pengeluaran tersebut bisa membawa hasil yang konkret,” tegasnya.

Ketiga, kecepatan eksekusi yang dibarengi dengan arah yang jelas. Meminjam analogi sederhana, Jatmiko membandingkan orang yang mengendarai motor berkapasitas besar namun tidak mengetahui tujuannya, dengan seseorang yang mengendarai sepeda namun sudah memiliki rute dan tujuan yang pasti sejak awal.

Baca juga:  PTPN IV Regional 4 Salurkan 3.000 Bibit Ikan Nila untuk Praktikum Siswa SMK PP Negeri Jambi

“Kecepatan akan tercipta saat kita tahu arahnya ke mana, serta paham apa instrumen yang kita pakai untuk melangkah. Jangan sekadar cepat, tapi grusa-grusu (tergesa-gesa tanpa perhitungan),” paparnya.

Menutup arahannya, Jatmiko mengingatkan bahwa tantangan terbesar sebuah korporasi bukanlah sekadar mencapai prestasi, melainkan menjaganya agar tetap konsisten (istiqomah), layaknya menjaga semangat beribadah setelah bulan Ramadan usai.

Melalui rangkaian Ekspedisi Safari Ramadan di tujuh regional ini, manajemen PTPN IV PalmCo berharap konsolidasi internal semakin kuat. Dengan menyatukan langkah dari Sumatera, Jawa hingga Kalimantan, perusahaan optimistis dapat mempertahankan laju pertumbuhan positif dan mengokohkan posisinya di industri perkebunan kelapa sawit nasional. (*)