“Setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Jatmiko.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain perangkat komputer dan peralatan menjahit tadi, PTPN IV PalmCo juga menyalurkan perlengkapan olahraga berupa set bola voli dan papan catur, serta peralatan keterampilan pertukangan kayu seperti bor listrik, serut kayu, mesin amplas, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Bagi para siswa di sekolah ini, berbagai peralatan tersebut bukan sekadar alat belajar. Ia adalah pintu menuju kemandirian, cara untuk menemukan kemampuan yang mungkin selama ini tersembunyi.
Ketua IKBI PalmCo, Lina Jatmiko, mengaku kehadiran mereka di sekolah tersebut menjadi pengalaman emosional yang mendalam.
“Sering kali kita datang dengan niat untuk memberi. Namun hari ini justru kami yang merasa menerima begitu banyak pelajaran dari anak-anak di sini, tentang keberanian, ketulusan, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Sebagai seorang ibu, Lina memahami betul betapa besar kesabaran dan kasih sayang yang diperlukan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Karena itu, ia menyampaikan penghargaan kepada para guru dan orang tua yang setiap hari membersamai perjalanan tumbuh kembang anak-anak tersebut.
“Kalian semua adalah anak-anak yang luar biasa. Teruslah belajar, teruslah bermimpi, dan jangan pernah ragu dengan kemampuan yang kalian miliki,” katanya menyemangati para siswa.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Sri Mujinab, Natta Riviana, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PalmCo dan IKBI kepada sekolah tersebut.
Bantuan yang disalurkan dinilai sangat berarti untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan para siswa.
“Kami merasa sangat terhormat karena Bapak Direktur Utama PalmCo dan Ibu Ketua IKBI berkenan hadir langsung dari Jakarta ke Pekanbaru untuk menyerahkan bantuan ini,” kata perempuan yang akrab disapa Ana tersebut.
Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan perusahaan dan organisasi keluarga karyawan itu menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. (*)





Tinggalkan Balasan