“Kami meminta aparat penegak hukum bekerja secara serius dan terbuka kepada publik. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan teror,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis dapat menjadi preseden buruk bagi kehidupan demokrasi jika tidak ditangani secara serius. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

Selain mendesak penegakan hukum, Persatuan Pemuda Melayu Jambi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas dan menolak segala bentuk kekerasan serta intimidasi terhadap aktivis dan masyarakat sipil.

Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Melayu, Iin Habibi menegaskan bahwa kekerasan bukanlah cara yang bermartabat dalam menyelesaikan persoalan.

Baca juga:  Indonesia Butuh Revolusi, Ketua Umum DPP PGK : Pemuda Harus Bisa Jadi Pelopor

“Budaya Melayu menjunjung tinggi adab, marwah, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan cara-cara yang bermartabat. Tindakan penyiraman air keras adalah perbuatan biadab yang tidak memiliki tempat dalam nilai-nilai peradaban masyarakat Melayu maupun bangsa Indonesia,” tutupnya.

Persatuan Pemuda Melayu Jambi menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini serta mendorong aparat penegak hukum agar bekerja secara maksimal hingga pelaku dan pihak yang bertanggung jawab benar-benar diadili sesuai hukum yang berlaku. (*)