Melalui program tersebut, RT dapat membeli bentor, gerobak motor, atau sarana pengangkutan sampah yang dikelola langsung oleh masyarakat.
“Ke depan, rumah tangga tidak boleh lagi membuang sampah ke TPS liar. Sampah digantung di depan rumah, kemudian diambil oleh bentor yang dikelola RT masing-masing. Dengan cara ini, kita ingin menata sistem pengangkutan sampah dari sumbernya,” tegasnya.
Program Kampung Bahagia tahap pertama menyasar sekitar 800 RT, sedangkan tahap berikutnya akan mencakup hampir 800 RT lainnya. Secara keseluruhan, pada tahun ini program tersebut menjangkau 1.583 RT di Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi juga akan menutup seluruh TPS liar di pinggir jalan dan memasang kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal. Bagi pelanggar yang kedapatan membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi denda hingga Rp20 juta sesuai peraturan daerah.
Selain itu, Pemkot Jambi juga akan menambah sekitar 20 armada pengangkut sampah baru dengan sistem tertutup dan dilengkapi penampung air lindi agar sampah tidak tercecer maupun menimbulkan pencemaran.
Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para petugas kebersihan harus sejalan dengan peningkatan kinerja dalam menjaga kebersihan kota.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu para petugas mempersiapkan kebutuhan keluarga menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus menjadi penyemangat untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab.
“Mudah-mudahan bermanfaat bagi keluarga Bapak dan Ibu semua. Mari kita bekerja sungguh-sungguh menjaga kebersihan Kota Jambi. Jangan lupa bahagia, dan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Plh. Sekda Kota Jambi Mulyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Mahruzar beserta jajaran, serta para pekerja harian lepas yang bertugas di bidang pertamanan, UPTD Hutan Kota, pengelola persampahan, petugas TPA Talang Gulo, LPJU, hingga petugas pemakaman. (*)




Tinggalkan Balasan