“Insyaallah sekitar bulan Juni atau Juli pabrik pengolahan sampah sudah dapat beroperasi. Setelah itu, penegakan aturan akan dilakukan lebih tegas,” kata Maulana.
Di bidang keamanan dan ketertiban, Pemkot Jambi memperkuat pengawasan melalui pemasangan CCTV di berbagai kawasan yang terintegrasi dengan program Kampung Bahagia.
Untuk tahun 2027, salah satu fokus pembangunan adalah pengembangan kampung wisata berbasis RT, dengan mendorong potensi lokal seperti kuliner, fesyen, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Menurut Maulana, program ini penting sebagai persiapan menghadapi pembangunan jalan tol yang akan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata daerah.
“Ketika tol selesai, kita ingin Kota Jambi tidak hanya menjadi daerah yang dilewati, tetapi menjadi tujuan wisata. Karena itu, kita siapkan titik pengembangan wisata dari sekarang,” ujarnya.
Pemkot Jambi juga mendorong pelaksanaan 10 program strategis, di antaranya pengembangan kawasan Kota Tua, penataan parkir kota, pembangunan aviary bird park, pengembangan kawasan hutan Muhammad Sabki, pembangunan ruang terbuka hijau, serta penguatan infrastruktur publik lainnya.
Di sektor perdagangan, Pemkot Jambi mengusulkan revitalisasi Pasar Talang Banjar dan Pasar Talang Gulo yang dinilai sudah tidak layak.
“Revitalisasi dua pasar ini sudah kita usulkan ke kementerian. Kita juga menjemput program dari pemerintah pusat dengan dukungan DPRD. Mudah-mudahan ada dukungan anggaran dari pusat, jika tidak akan kita upayakan melalui APBD,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kota Jambi, M. Zaki Hasan, S.P., M.E., menjelaskan bahwa RKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan dalam tahapan pembangunan daerah.
Ia menyebutkan, penyusunan RKPD 2027 telah dimulai sejak Desember 2025 melalui penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan yang menghasilkan 4.615 usulan pembangunan.
Melalui sistem SIPD RI, anggota DPRD Kota Jambi juga telah menginput pokok-pokok pikiran dengan total 1.407 usulan pembangunan.
Musrenbang RKPD 2027 dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah daerah, legislatif, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Forum ini bertujuan menyepakati fokus pembangunan Kota Jambi tahun 2027, menyelaraskan usulan masyarakat dengan RPJMD 2025–2029, serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pembangunan yang konsisten, transparan, dan berdampak langsung bagi pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi Pemkot Jambi dalam memperkuat budaya inovasi melalui komitmen “One Agency One Innovation”.
Musrenbang ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia dan OJK Provinsi Jambi, Plh Sekretaris Daerah Kota Jambi Dr. H. Mulyadi, para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, forum ketua RT, akademisi, pimpinan BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya. (*)





Tinggalkan Balasan