“Pemerintah Kota Jambi menginginkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung UMKM dan menjaga lingkungan. Tiga indikator tersebut menjadi dasar dalam pengembangan kawasan ini ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Siginjai Sakti, Ardiansyah, menyampaikan bahwa progres persiapan telah mencapai sekitar 75 persen. Pihaknya terus berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan.

“Untuk persiapan, insyaallah sudah hampir 75 persen. Menjelang soft launching pada 27 Maret 2026, kami fokus pada penyempurnaan aspek nonfisik dan teknis,” ujarnya.

Berbagai fasilitas tengah dipersiapkan, antara lain penyediaan tempat, sarana MCK termasuk toilet portabel, ketersediaan air bersih, meja dan kursi pengunjung, serta panggung untuk mendukung pagelaran seni dan budaya.

Baca juga:  Kampung Bahagia Makin Nyata, Warga Lingkar Selatan Terima 18 Gerobak Motor dari Wali Kota Jambi

Kehadiran pusat wisata kuliner ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi dan pariwisata di kawasan Kota Tua, sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat melalui kegiatan UMKM, seni budaya, dan potensi lokal seperti batu akik.

Kegiatan ini akan diawali dengan soft launching pada Jumat, 27 Maret 2026, dan direncanakan diresmikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha pada 3 April 2026.

Ke depan, kawasan wisata kuliner Kota Tua ditargetkan menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Jambi pada 2026, setelah kawasan Banjuran Budayo, dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB.

Baca juga:  Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer

Pemkot Jambi berharap melalui sinergi antara pemerintah, BUMD, pelaku UMKM, dan masyarakat, kawasan Kota Tua dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang berdaya saing dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*)