TANYAFAKTA.CO, JAMBI –  Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham dan Imipas) RI Otto Hasibuan mengatakan  meninggalnya tiga calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bukanlah karena militerisasi.

Otto menilai, meninggalnya tiga peserta tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan konsep militerisasi. Menurutnya, peristiwa itu merupakan kejadian yang tidak terduga atau kecelakaan dalam proses pelaksanaan kegiatan.

“Soal peserta yang meninggal itu persoalan hal yang tidak terduga, tidak dapat serta-merta dikatakan itu adalah karena militerisasi. Itu namanya accident,” ujar Otto saat ditemui TanyaFakta.co usai menghadiri seminar bertema Transformasi Sistem Hukum Pidana di Indonesia: Tantangan dan Peran Strategis Advokat dalam Implementasi KUHAP dan KUHP Nasional di Universitas Jambi, Kamis (25/6/2026).

Baca juga:  Inspiratif, Wali Kota Jambi Tampil di Podcast Teras Negeri TEMPO : Bahas Visi Kota Jambi Bahagia

Otto juga meminta agar polemik tersebut tidak diarahkan pada anggapan bahwa pelatihan dengan pendekatan militer menjadi penyebab utama insiden tersebut.

“Tidak perlu ini dikaitkan dengan militerisasi dan sebagainya. Kadang-kadang semua ilmu kan bisa kita peroleh, ilmu-ilmu militer juga bisa kita pelajari, tapi kita tidak perlu menjadi militer,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan atau metode dalam dunia militer dapat dipelajari sebagai bagian dari ilmu manajemen maupun kedisiplinan, tanpa harus menjadikan seseorang sebagai bagian dari institusi militer.

“Manajemen militer juga ada, ilmunya yang perlu kita terima,” pungkasnya.