“Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” jelas Setiyono.

Sistem pengelolaan yang mencakup seluruh proses dari peremajaan hingga panen ini mampu mendorong produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan. Bahkan, pola kemitraan yang inklusif ini membuka peluang ekonomi baru di mana petani dapat menjadi mitra kerja atau kontraktor lokal dalam kegiatan operasional kebun.

Kontribusi Sosial Tepat Sasaran

Di luar kemitraan bisnis inti, PTPN IV PalmCo secara konsisten memperkuat sektor sosial dan infrastruktur melalui program CSR/TJSL. Selama satu dekade terakhir, total bantuan yang disalurkan telah mencapai Rp2,4 miliar dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur sosial. Pada tahun 2025 saja, terdapat 66 jenis program bantuan yang telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Rokan Hulu.

Baca juga:  PTPN IV PalmCo Catat 52 Juta Jam Kerja Aman, Perkuat Budaya K3 di Industri Sawit

Di sektor pendidikan, perusahaan berupaya memutus mata rantai ketertinggalan teknologi dengan memberikan bantuan pengadaan komputer dan layanan internet gratis selama setahun penuh untuk lima sekolah, termasuk SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah. Sementara untuk ketahanan ekonomi keluarga, perusahaan menstimulasi produktivitas melalui program budidaya hewan ternak, bantuan bibit ikan, dan fasilitas angkutan sampah desa.

Region Head PTPN IV Region III, Bambang Budi Santoso, merangkum seluruh inisiatif tersebut sebagai langkah perusahaan untuk terus hadir membawa dampak positif yang berkesinambungan.

“Infrastruktur yang memadai dan sumber daya manusia yang terdidik adalah tulang punggung dari kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh program penyaluran CSR maupun pembinaan petani mitra kami rumuskan tidak secara sepihak, melainkan melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami menjadi katalisator bagi Rokan Hulu yang lebih maju dan mandiri,” pungkas Bambang. (*)

Baca juga:  Tim Operational Strategic Advisory (OSA) Holding PTPN Motivasi Regional IV Untuk Berinovasi