Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan manajemen bisnis, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran pelanggan agar berjalan efektif dan berdampak pada kesehatan keuangan perusahaan.

Maulana juga menyoroti tingkat kebocoran air yang masih mencapai sekitar 35 persen sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi.

“Jika 35 persen air hilang, artinya itu bukan pendapatan. Ini harus ditekan melalui pembenahan infrastruktur dan kolaborasi dengan pihak ketiga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkala, termasuk rehabilitasi jaringan pipa.

“Jangan menunggu kerusakan baru dilakukan perbaikan. Pemeliharaan harus rutin dan terencana,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan tata kelola keuangan yang akuntabel serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan.

Baca juga:  Pj Wali Kota Jambi Tinjau Pelaksanaan MBG di Kota Jambi

“Di era digital, pelayanan harus semakin cepat, mudah, dan efisien. Inovasi menjadi keharusan,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, Pemkot Jambi bersama Perumdam Tirta Mayang menegaskan komitmen dalam mendorong transformasi layanan air bersih yang modern, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Jambi.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Pelaksana Harian Sekda Kota Jambi H. Mulyadi, M.Pd., serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (*)