Sementara itu, Cek Endra menegaskan bahwa kegiatan reses harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk melalui program bantuan langsung seperti pembagian sembako.

“Tidak boleh lagi reses yang tidak bermanfaat. Semua kegiatan harus memberi dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi pelaksanaan reses yang tidak hanya menjadi forum serap aspirasi, tetapi juga diiringi aksi nyata di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan terus mempercepat Program Kampung Bahagia dengan alokasi Rp100 juta per RT pada tahun 2026.

“Program ini berbasis rembuk warga dan gotong royong, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.  (*)

Baca juga:  DPRD Gelar Paripurna Dengar Pidato Wali Kota Jambi, Ini Harapan Kemas Faried Alfarelly ke Depan