Dari sisi fungsi intermediasi, Bank Jambi juga dinilai tetap konsisten dalam menyalurkan kredit ke sektor produktif, termasuk UMKM, perdagangan, dan jasa di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

“Jika kepercayaan terganggu, penyaluran kredit biasanya ikut terhambat. Namun Bank Jambi tetap aktif mendukung sektor riil, ini menunjukkan kondisi likuiditas dan manajemen risiko yang sehat,” jelasnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memegang peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Keberhasilan ini dinilai memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.

“Bank Jambi adalah jantung ekonomi daerah. Kepercayaan yang terjaga akan memperkuat pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambah Laila.

Baca juga:  Gong Xi Fa Cai! Kemeriahan Barongsai Warnai Imlek 2026 Bersama Konsumen dan Warga Sekitar Sinsen

Meski demikian, ia mengingatkan agar manajemen tidak terlena dengan pencapaian tersebut. Tantangan ke depan, khususnya dalam aspek digitalisasi dan keamanan siber, dinilai akan semakin kompleks.

“Penghargaan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi dan infrastruktur teknologi, sekaligus menjaga transparansi komunikasi publik,” ujarnya.

Capaian Bank Jambi sebagai Bank BUMD Terbaik 2026 menjadi bukti konsistensi dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Bank Jambi kini dipandang sebagai simbol kemandirian ekonomi daerah.

Dengan semangat “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”, Bank Jambi terus memperkuat posisinya sebagai pilar utama pembangunan daerah dan mitra strategis masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)