Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan utama Kota Jambi.
“Tradisi di kota yang kita cintai ini hidup berdampingan berbagai suku dan komunitas yang menjadi warna indah dalam harmoni kehidupan masyarakat. Melalui festival ini, Pemerintah Kota Jambi ingin menegaskan komitmen untuk terus memberikan ruang, dukungan, dan panggung bagi para pelaku seni dan budaya agar dapat terus berkarya, berekspresi, sekaligus melestarikan warisan budaya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program “Bahagia Berbudaya” menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Jambi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
“Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Festival ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan penguatan nilai sosial budaya dan kebersamaan,” lanjutnya.
Diza turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan melestarikan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Melalui momentum peringatan HUT Kota Jambi ke-80 dan perjalanan panjang Tanah Pilih Pusako Batuah, mari kita jaga kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal agar Kota Jambi semakin maju, berdaya saing, namun tetap berakar kuat pada nilai budaya,” tutupnya.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka Festival Harmoni Budaya Kota Jambi Tahun 2026.
Di sisi lain, Wakil Ketua III YKS, Kaudi Endru, menyampaikan bahwa berbagai pertunjukan seperti barongsai, naga, Bian Lian (ubah wajah), dan wushu yang ditampilkan merupakan simbol keberagaman budaya Tionghoa yang berpadu harmonis dengan budaya lokal.
“Penampilan ini kami persembahkan sebagai bentuk keberagaman untuk mempererat tali persaudaraan dalam satu kesatuan yang utuh bersama budaya lokal. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan seluruh panitia atas dukungan dan kerja keras sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Melalui Chinese Night, Festival Harmoni Budaya Kota Jambi kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam menciptakan ruang publik yang inklusif, kreatif, dan harmonis bagi seluruh masyarakat.
Diketahui, kegiatan Festival Harmoni Budaya Kota Jambi ini akan berlangsung selama tiga hari yakni mulai tanggal Kamis 16 April- Sabtu 18 April 2026 dengan total peserta sebanyak 500 orang.
Pada hari ini digelar dua kegiatan yakni Lomba Mewarnai dan Menggambar dan Chinese Night. Pada hari Jumat akan digelar Lomba Kreasi Tari Tradisional, dan hari terakhir adalah Lomba Vokal Solo dan Pemilihan Putra-Putri Banjuran Budayo. (AAS)





Tinggalkan Balasan