TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman terbaru dari MSCI Inc. terkait Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis pada 20 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pengumuman tersebut menegaskan pengakuan MSCI terhadap berbagai langkah strategis yang telah dilakukan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

“Berbagai inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” ujar Hasan.

Baca juga:  PHR Gelar Continuous Improvement & Innovation Forum (CIIF) 2025, Hadirkan 392 Inovasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sejumlah reformasi yang mendapat perhatian MSCI antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan granularitas klasifikasi investor, implementasi kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan awal dari MSCI merupakan sinyal positif atas arah kebijakan reformasi pasar modal Indonesia.

“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” jelas Friderica.

Saat ini, MSCI tengah melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan data baru hasil reformasi tersebut, sekaligus menghimpun masukan dari pelaku pasar global. Proses ini menjadi bagian dari penyempurnaan penilaian untuk MSCI Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Baca juga:  Lima Calon Direksi Perumda Tirta Mayang Lolos ke Tahap Wawancara Akhir

OJK memandang proses ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas implementasi kebijakan yang telah dilakukan, sekaligus meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia di mata global.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, OJK juga menegaskan akan terus mendorong penguatan integritas pasar melalui delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum dan tata kelola, serta pendalaman pasar.

Dengan berbagai upaya tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (*)