Lebih lanjut, Jatmiko menegaskan bahwa capaian JCE di kancah global ini sejalan dengan visi yang dibangun bersama pemerintah daerah. “Keberhasilan ini turut mempertegas muruah ‘Bondowoso Republik Kopi’ di mata dunia. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan jajaran Forkopimda Bondowoso. Harapannya, eksistensi PTPN tidak hanya membawa nama harum kopi lokal ke mancanegara, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda ekonomi daerah,” tambahnya.

Replanting Jadi Kunci Daya Saing Jangka Panjang

Di balik moncernya angka ekspor di sektor hilir, ada pembenahan serius yang tengah digenjot perusahaan di sektor hulu (on-farm). Kunci utama untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga keberlanjutan JCE saat ini adalah program peremajaan tanaman atau replanting.

Baca juga:  Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau, Dorong Transisi Energi dan Efisiensi

Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa peremajaan lahan mutlak dilakukan secara terukur untuk menggantikan tanaman-tanaman tua yang masa produktifnya mulai menurun. Penggantian ini sepenuhnya menggunakan bibit-bibit unggul yang telah tersertifikasi.

“Ini adalah investasi strategis jangka panjang kami. Program replanting yang masif tidak hanya dirancang untuk melipatgandakan tonase panen per hektare di masa depan, tetapi juga untuk mengunci konsistensi kualitas dan cupping profile (karakter rasa) khas Arabika Ijen – Bondowoso yang selama ini diburu para roaster dari Eropa dan Amerika,” terang Hastudy.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tuntutan para buyers di negara maju saat ini tidak hanya berkutat pada rasa, melainkan juga kepatuhan terhadap Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan ketertelusuran asal-usul produk (traceability). Karena itu, langkah replanting di kebun JCE turut diimbangi dengan intensifikasi perawatan tanaman, manajemen pemupukan yang presisi, hingga modernisasi infrastruktur pasca-panen.

Baca juga:  Komisi VI DPR RI Tekankan ESG Jadi Kunci Daya Saing Perkebunan, Transformasi PTPN Mulai Tunjukkan Hasil

“Pengiriman lebih dari 55 ton ke UK dan USA ini ibarat langkah pembuka bagi kami di tahun 2026. Seiring dengan mulai berjalannya program replanting dan optimalisasi produksi kebun, kami sangat optimis JCE mampu memperluas jangkauan pasar ke negara-negara potensial lainnya pada kuartal-kuartal mendatang,” pungkas Hastudy. (*)