TANYAFAKTA.CO, MEDAN – Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya percepatan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di sektor perkebunan negara guna menjaga daya saing Indonesia di pasar global. Transformasi menuju praktik usaha berkelanjutan dinilai bukan lagi sekadar tuntutan etis, melainkan kebutuhan strategis.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI ke Regional 1 PTPN IV PalmCo di Medan, Sumatera Utara, dalam Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan dewan menyoroti langkah transformasi yang tengah dijalankan oleh PTPN III (Persero) bersama entitas di bawahnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kualitas lingkungan serta penerimaan sosial masyarakat. Karena itu, penerapan ESG menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha.

Baca juga:  Jangan Asal Bonceng! Ini Tips Aman dan Nyaman Saat Berboncengan

“ESG bukan lagi pilihan moral, tetapi kebutuhan strategis. Sektor ini sangat bergantung pada kualitas lingkungan, ketersediaan air, kesuburan tanah, dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparan kepada DPR, Direksi PTPN III (Persero) yang diwakili Direktur Bisnis, Ryanto Wisnuhardi, menyampaikan bahwa transformasi tata kelola yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Kinerja keuangan grup berada dalam tren meningkat, yang antara lain ditopang oleh kontribusi signifikan dari subholding kelapa sawit, PTPN IV PalmCo.

“Sekitar 80 persen pendapatan grup berasal dari komoditas utama yang dikelola PalmCo. Selain itu, PTPN Group juga mencatat skor risiko ESG sebesar 17,1 atau masuk kategori low risk dari lembaga pemeringkat global Sustainalytics,” jelasnya.

Baca juga:  Tingkatkan PAD Kota Jambi, PT Siginjai Sakti Kolaborasi Dengan PT Global Digital Core

Capaian tersebut turut diperkuat oleh kinerja PalmCo secara mandiri. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan ESG sebagai inti strategi bisnis.

Ia mengungkapkan, PalmCo telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 28,88 persen sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Selain itu, perusahaan juga memperluas kemitraan ekonomi kerakyatan melalui program plasma yang kini telah mencapai 46.314 hektare.