Fahrul juga mendesak Dinas Pendidikan Kota Jambi serta pihak pengawas sekolah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan yang ada. Ia menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan terhadap praktik perundungan di lingkungan pendidikan.

“Kami meminta Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai kasus ini harus menjadi momentum perbaikan sistem pendidikan, khususnya dalam pengawasan perilaku siswa dan penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Fahrul juga menyoroti pentingnya peran guru dan pihak sekolah dalam mendeteksi dini potensi konflik antar siswa sebelum berkembang menjadi tindakan kekerasan.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak. Tidak boleh ada pembiaran yang membuat kasus seperti ini terus berulang,” tambahnya. (*)

Baca juga:  Ketua DPRD Provinsi Jambi Dukung Percepatan Pembangunan Jalan Khusus Batubara