TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menorehkan prestasi di tingkat global melalui komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Dalam ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, PHR Zona 1 berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.

Penghargaan Platinum untuk kategori Best Women Empowerment diraih oleh PT Pertamina EP Field Jambi melalui program Srikandi Perubahan. Sementara itu, penghargaan Silver untuk kategori Best Community Program diraih PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melalui program Beeyond Honey.

Capaian ini mempertegas peran perusahaan sebagai pelaku industri energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga diakui secara global sebagai praktik terbaik dalam implementasi ESG.

Baca juga:  Edisi Kawaii Terbatas! Honda Scoopy X Kuromi Kini Hadir di Jambi

Program Srikandi Perubahan hadir sebagai solusi atas tantangan reintegrasi sosial bagi warga binaan perempuan di Lapas Perempuan Kelas II Jambi. Sejak 2021, program ini mengembangkan pelatihan keterampilan membatik yang kemudian berkembang menjadi ekosistem usaha produktif.

Hingga kini, program tersebut telah mendorong terbentuknya sedikitnya 10 unit usaha di berbagai sektor, mulai dari kriya, kuliner, hingga pertanian. Selain itu, program ini juga memperkuat kemampuan soft skills seperti manajemen emosi dan pengelolaan keuangan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Srikandi Perubahan menjadi ruang transformasi bagi para peserta untuk membangun kembali kepercayaan diri, identitas, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, program Beeyond Honey menghadirkan model pemberdayaan berbasis konservasi yang menjawab tantangan ekologis dan sosial secara bersamaan.

Baca juga:  Tindak Tegas Illegal Tapping, PEP Jambi Semakin Perkuat Pengamanan Jalur Pipa

Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya populasi lebah serta degradasi ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan terintegrasi—mulai dari budidaya lebah sebagai bioindikator lingkungan, revegetasi, edukasi masyarakat, hingga pembentukan koperasi madu—program ini kini mampu menghasilkan 150 hingga 250 kilogram madu per bulan.

Inisiatif tersebut tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Ajang tahun ini mengangkat tema “AI, Energy & Transition: Resetting ESG in a New Economy”, yang menyoroti pentingnya peran teknologi dalam transformasi praktik ESG global.

Dalam penutupan acara, Matthias Gelber dari Dorod Sdn Bhd menegaskan bahwa setiap individu dan organisasi memiliki peran sebagai force of good dalam menjaga keberlanjutan bumi melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca juga:  Peluang Baru bagi UMKM Binaan PEP Jambi : Limbah Kuliner jadi Kompos

Sementara itu, Manager CID Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas pendekatan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami percaya, keberhasilan ESG tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari perubahan hidup yang dihasilkan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan,” ujarnya.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga konsisten menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap inisiatif pembangunan.

Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), PHR terus mengelola wilayah kerja hulu migas di Sumatera secara bertanggung jawab dengan komitmen menghadirkan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. (*)