Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Menurut Abdullah Sani, hal tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Jambi yang menekankan pembangunan melalui pendidikan berkualitas dan merata.

“Ini adalah wujud pemerataan pendidikan, karena pendidikan menjadi kunci membangun sumber daya manusia yang inovatif,” katanya.

Besar harapan kita melalui tri dharma perguruan tinggi, dapat melahirkan lulusan yang mampu memecahkan masalah yang kompleks. Kembangkan kurikulum yang mengarah pada kemampuan softskill, termasuk kewirausahaan. Agar alumni dapat menjadi pembuka lapangan kerja penyokong Masyarakat dan daerah.

Ia menambahkan, kekayaan sumber daya alam tidak akan membawa kemakmuran tanpa didukung SDM unggul dan berkualitas. “SDM adalah aset utama dalam pembangunan. Dengan SDM berkualitas, kemakmuran dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Baca juga:  LPPM UNJA Adakan Pendampingan Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sumber Dana DPPM Batch 1 Tahun 2025

“Gelar akademis jangan hanya menjadi tambahan nama saudara. Jadilah manusia yang menciptakan kebaikan melalui Tindakan. Buktikan ilmu yang diperoleh di UIN STS Jambi dapat memberi kemanfaatan bagi Masyarakat,” tutup Abdullah Sani.

Pada wisuda kali ini, jumlah lulusan Pascasarjana terdiri dari Program Doktor sebanyak 14 orang dan Program Magister sebanyak 79 orang.

Sementara untuk jenjang Strata 1, Fakultas Syariah meluluskan 221 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 303 orang, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama 51 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 32 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 96 orang, Fakultas Dakwah 60 orang, serta Fakultas Sains dan Teknologi 54 orang.

Alamsyahbani dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruaan, IPK 4.00 Dengan Predikat Summa Cumlaude menjadi Lulusan Terbaik Universitas Total 910 lulusan tersebut diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan daerah. (*)

Baca juga:  Pemberdayaan Desa: Dari Regulasi ke Realisasi Menuju Indonesia Emas 2045