“Kami sangat berduka. Almarhumah sedang menuntut ilmu, namun musibah ini terjadi. Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan turut merasakan kesedihan keluarga,” ujar Maulana.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah hadir untuk menjamin hak-hak korban terpenuhi dengan baik.

“Kehadiran kami juga untuk memastikan proses penyaluran santunan berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, ayah korban, Ruslan, mengungkapkan bahwa kabar duka diterima keluarga pada Selasa (28/04/2026) sekitar pukul 16.30 WIB melalui anak keduanya yang berada di Bekasi.

“Informasi kami terima sekitar setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” kata Ruslan dengan suara lirih.

Selama menempuh pendidikan, almarhumah tinggal bersama kakaknya di Bekasi dan setiap hari menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi menuju kampus.

Baca juga:  Festival Harmoni Bahagia 2025 Kembali Gairahkan Terminal Rawasari, Wali Kota: Bangkitkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

Peristiwa nahas itu terjadi saat ia dalam perjalanan pulang dari kampus. Kecelakaan tersebut menjadi akhir dari perjalanan hidupnya, sekaligus meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya. (*)